4 Tahun Menjalin Kasih, Tapi Kenapa DP Diduga Tega Membunuh Vera Oktaria?

KabarBerita.net – Polda Sumatera Selatan menyatakan pembunuh gadis cantik kasir minimarket di Sumsel, Vera Oktaria, diduga keras adalah pacarnya sendiri, DP, seorang anggota TNI.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnian Adinegara mengatakan penyidiknya hampir memastikan kalau prajurit berpangkat Prasa tersebut adalah pelakunya.

“Kami sudah clear memastikan yang patut diduga tetap praduga tak bersalah adalah pacarnya berinisial DP yang sudah pacaran 4 tahun,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnian Adinegara, Senin (13/5/2019).

Diceritakan oleh Suhartini, anaknya itu orangnya pendiam dan hormat pada orang lebih tua darinya.

“Vera adalah anak yang baik, pendiam dan tidak banyak macam-macam,” tegas ibu Vera.

Vera merupakan karyawati swalayan yang baru diterima di situ. Keseharian anak ibu suhartini ini pediam dan baik.

Ketika ditanya tentang pacar almarhumhah, ibu berjilbab ini menjawab Vera sudah punya pacar dan tahu nama dan orangnya.

Mereka pacaran sejak SMP tapi kalo dak salah dak lama ini mereka dah putus,” jawabnya.

Sementara Ibunda Vera, Suhartini menjelaskan, keduanya memang sudah pacaran sejak SMP.

Namun demikian, Vera sudah memutus hubungan mereka belum lama ini, karena sang pacar yang temperamental.

DP sering main tangan kalau perilaku Vera tak berkenan di hatinya.

Suhartini menceritakan kalau Vera sudah tidak tahan lagi berpacaran dengan Deri.

“Aku dak galak (tak mau) lagi pacaran dengan dia, galak mukul. Aku merasa aman di rumah bae daripada di jalan sama dia,” ujar Tini menirukan ucapan Vera saat itu.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker | Sakong Online | Domino

Selain itu, jelas Suhartini, Vera pernah mendengar ucaran sang pacar dari temannya, kalau Deri sempat mengancam bahwa lebih baik Vera tewas di tangannya daripada pacaran dengan orang lain.

“Daripada dia jatuh ke cowok lain lebih baik kubunuh, itu diomonginyo ke kawan-kawan Vera,” jelasnya.

Hal itulah menurut Suhartini yang membuat anak bungsunya tersebut ketakutan.

Tetangga pun tak menyangka, ternyata mereka terlibat pembunuhan sadis yaitu kasus mutilasi di Sungai Lilin Musi Banyuasin. Vera menjadi korbannya, dan sang kekasih diduga keras menjadi pelakunya.

Nurazizah Ketua RT 6 Lorong Taman Bacaan Kelurahan Tangga Takat Kecmatan Seberang Ulu 2 kepada Sripoku.com, Minggu (12/5/2019) mengatakan, DP sering mengajak Vera jalan ke rumahnya yang lokasinya tak jauh dari rumah orang tua Deri.

Di RT tempat Deri tinggal, Vera juga cukup dikenal sebagai pacar DP.

Deri sering mengajak Vera berjalan di sekitaran tempatnya. Bahkan mengejak Alm Vera bertemu dengan kedua orang tuanya.

Padahal sebelum dia pelatihan mereka berduo itu jalan-jalan keseputaran sini (Lorong Taman Bacaan). Bahkan alm Vera diajak menghadap orang tua prada DP untuk makan bersama,” ujar Nurazizah.

Menurut Kapolda Sumsel Zulkarnain Adinegara, status DP yang merupakan anggota TNI membuat proses pencarian juga harus melibatkan pihak dari Detasemen Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya.

Selain itu, jika Prada DP telah terbukti menjadi pelaku pembunuhan terhadap Fera, seluruh berkas penyelidikan pun akan langsung dilimpahkan ke Pengadilan Militer untuk mengadili Prada DP.

Sesuai ketentuan, berkasnya maupun semua hasil penelitian ilmiah inafis dan sebagainya tentu akan kami sampaikan ke pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Jika itu terbukti anggota TNI dengan sendirinya akan diserahkan ke Kodam,” katanya.

Sedangkan, Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan sebelumnya mengatakan, foto Prada DP telah disebar ke berbagai lokasi serta media sosial sebagai upaya pencarian.

Sebab, sejak kasus pembunuhan itu mencuat keberadaan Prada DP pun bak ditelan bumi.

Terlebih lagi prajurit baru itu telah kabur dari masa pendidikan militer.

Prada DP merupakan siswa Pendidikan Kejuruan (Dikjur) Tamtama Infanteri Ridam II/SWJ Baturaja.

Namun, sejak (4/5/2019) lalu Prada DP tidak hadir tanpa izin (THTI).

Kemudian, pada (10/5/2019), vera ditemukan dalam kondisi tewas dengan tangan termutilasi di penginapan di Kabupaten Musi Banyuasin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *