Chandra Harmoko Diciduk Polisi saat Makan Malam, Diduga Hina Polisi di Media Sosial

KabarBerita.net – Petugas Satreskrim Polres Tapanuli Selatan menciduk seorang lelaki bernama Chandra Harmoko (35) warga Jalan Lestari Nomor 18 Lingkingan VI Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan.

Chandra ditangkap karena diduga menghina institusi kepolisian serta Kapolri melalui akun media sosial Facebook miliknya, Candra Miyoshe.

Lelaki yang belakangan diketahui tidak memiliki pekerjaan itu ditangkap saat berada di rumah makan yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan, Selasa (20/11/2018) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Chandra yang terlihat garang di media sosial, hanya tampak lesu saat digiring ke Mapolres Tapanuli Selatan.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Ismawansa mengatakan, Chandra akan diserahkan ke Polres Padangsidimpuan untuk diproses lebih lanjut.

Hal ini dikarenakan locus delicti atau tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan.

“Untuk perkembangan penyidikannya confirm ke Polres Padangsidimpuan,” ujar Isma.

Chandra ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor 120/XI/2018/TAPSEL/SUMUT tanggal 20 November 2018. Ia diduga menyebarkan informasi, mendistribusikan atau mentransmisikan informasi elektronik dan atau dokumen yang memiliki muatan ujaran kebencian dan atau penghinaan pencemaran nama baik terhadap institusi Polri.

Pada Sabtu (9/6/2018) lalu, melalui akun media sosial Facebook miliknya, Chandra memposting tulisan yang dianggap menyinggung institusi kepolisian.

“Jangan bangga mengabdi di Korps Polri sebelum memusnahkan garis keturunan PKI di NKRI,” petikan postingan Chandra.

Tak hanya sekali, Chandra diketahui kembali mengulangi ulahnya tersebut.

Pada Jumat (19/10/2018) lalu, Chandra diketahui memposting status di akun media sosial Facebook miliknya.

Kali ini, Chandra terang-terangan menyebut Kapolri pada postingannya.

“Kau rasakan juga kan bogeman aku polisi bangsat, masih sabara aja belagu, jangan kau kira aku takut ama uniform kau biadab, bila perlu Kapolrimu ku bantai biadap, disini anak pejuang bos, darah pejuang mengalir dlm diri saya.

Saya ingatkan pada jajaran kepolisian, jangan anggap sebelah mata trhdp kami anak keturunan VETERAN/Pejuang, kami satu2nya anak keturunan veteran pewaris tunggal Legiun yng ber’organisasi PPM yg memiliki SKEP KEPRES, biar kalian tau, kami memang sedikit namun mematikan. Boleh dicoba!!! jangankan jajaran POLRI, keturunan PKI kami hanguskan tiada bekas di bumi NKRI. Jangan kalian macam2 dengan kami anak PPM ya tikus curut. kalian jual kami BANTAI.
Tanhana dharma Mangrwa
Merdeka!!!!!!!!!!!,” tulis Chandra.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker 

Sakong Online | Domino

Saat diamankan petugas pada Selasa (20/11/2018) malam, Chandra yang terlihat garang di media sosial hanya tampak lesu saat digiring ke Mapolres Tapanuli Selatan.

Kepada petugas, Chandra mengaku sebagai pemilik akun media sosial Facebook bernama Candra Miyoshe (Cambok) serta tidak membantah memproduksi tulisan yang menjadi dasar dirinya ditangkap petugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *