Eko Patrio Tersedu-Sedu Saat Terngiang Momen Kebersamaan bersama Almarhumah Ibunda

KabarBerita.net – Eko Patrio tengah dirundung duka mendalam. Ibundanya Jamini binti Sumopardi dipanggil Tuhan hari ini (30/10). Menurut sang Metti, perwakilan management Eko Patrio, ibunda Eko meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

Hingga saat ini belum ada statement lebih lanjut soal penyakit apa yang diderita oleh ibunda Eko Patrio. Satu hal yang pasti, di masa sulitnya ini Eko Patrio tidak sendirian. Banyak orang yang mendukungnya hingga saat ini.

“Yang pertama, saya minta maaf atas nama ibu saya, pernah bercanda dan sebagainya, mohon dimaafkan. Yang kedua, saya berterimakasih sama tetangga saya dan sahabat saya semua yang nggak bisa saya sebut satu persatu yang memberikan dukungan, ngurusin pemakaman, jenazah, rumah saya. Selama ini saya menganggap saya sendirian, ternyata saya ditemani banyak sahabat-sahabat saya, saya senang sekali,” tutur Eko Patrio saat ditemui di kediamannya Perumahan Jatinegara Baru, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

Suasana di rumah duka meninggalnya ibunda Eko Patrio © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Pada kesempatan ini, Eko turut mengungkapkan rencana pemakaman ibundanya. Rencananya jenazah sang ibunda akan dimakamkan esok hari. Kata Eko Patrio, ”
Selanjutnya adalah besok InsyaAllah ba’da zuhur, ibu dimakamkan. Tapi sebelumnya disalatkan terlebih dahulu di Masjid Al Jabbar, setelah itu dikebumikan. Banyak
choicenya, teman-teman banyak memberikan support dan bantuan, ada yang di Pondok Kelapa, sekarang, ada yang di Rawamangun, dan sebagainya. Saya mau yang terbaik saja nanti.”

Di momen ini Eko jelas tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ibunda yang sedari ia kecil terus menyertainya telah tiada. Berbagai momen hangat bersama sang ibunda
mulai berlomba-lomba terputar di ingatannya. Misalnya saja momen dimana sang ibunda suka mengerokinya.

“Jadi, saya ini anak laki satu-satunya. Yang kedua, saya dari kecil mau kerokan aja mintanya sama ibu. Awal saya menikah belum terbuka sama istri saya, saya masih
kerokan sama ibu. Saya dekat banget sama ibu. Kalau saya belajar tuh sampai jam 2-3 pagi sama ibu ditemanin, ibu juga bangun nemenin,” jelasnya sambil bercerita.
Di sisi lain, sifat lain ibunya yang galak terbersit di ingatannya. Meski galak, Eko tahu betul kalau ibunya punya maksud yang baik. Apalagi kalau bukan ingin anak-
anaknya menjadi orang yang sukses.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker 

Sakong Online | Domino

“Ibu galak tapi galaknya memang cinta sama anak-anaknya. Alhamdulillah adik-adik saya juga sekarang udah jadi orang. Menurut saya, karena dia udah ngurusin
perusahaan-perusahaan. Itu semua berkat didikan ibu dan bapak saya. Tegas banget ibu saya,” sambungnya.

Begitu pun ingatan akan masakan sang ibunda yang terus ia ingat-ingat. Tak ada masakan enak selain masakan ibu. Ya, itulah yang saat ini ia sadari. “Jadi, nggak ada makanan enak selain (masakan) ibu saya. Tidak ada omongan yang enak, itu ibu saya. Buat saya, saya merasa ada yang hilang, tapi saya serahkan pada Allah SWT,” tutupnya sambil menangis tersedu-sedu.

turut berduka atas meninggal dunianya ibunda Eko Patrio, Ibu Jamini binti Sumopardi. Semoga almarhumah diterima di sisiNya, beriku juga amal ibadahnya.
Semoga keluarga diberikan ketabahan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *