Menjerit Saat Akan Dicabuli, Gadis 12 Tahun Itu Dibacok Ayah Tirinya, Tangan Nyaris Putus

KabarBerita.net –  Terungkap sudah motif penganiayaan berat yang dialami seorang pelajar perempuan berusia 12 tahun di Desa Lobu Layan Sigordang, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (9/12/2018) kemarin.

Informasi yang dihimpun di kepolisian, Selasa (11/12/2018), tindak kekerasan itu ternyata berawal dari niat bejat pelaku yang ingin mencabuli sang gadis.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini Adib, melalui Kasat Reskrim AKP Isma Wansa, kepada wartawan membenarkan hal tersebut.

“Benar, dari pengakuan tersangka MS, penganiayaan yang dilakukannya terhadap korban di kebun salak itu berawal dari adanya niat tersangka untuk mencabuli korban,” sebut Kasat.

Diketahui, MS, adalah ayah tiri korban. Di hari kejadian, sekira pukul 12.35 Wib, tersangka MS berniat mengantarkan korban ke rumah neneknya yang berada tak jauh dari kediaman mereka dan setelahnya langsung menuju ke kebun untuk bekerja.

Akan tetapi, dalam perjalanan, MS tiba-tiba berubah pikiran dan membelokkan sepedamotornya menuju kebun salak yang menjadi lokasi penganiayaan.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker 

Sakong Online | Domino

Setelah memarkirkan sepeda motornya di sana, MS pun mulai menjalankan aksinya merayu sambil meraba anak tirinya itu. Namun, korban terus berusaha melawan sambil berteriak.

Mendengar teriakan sang anak, MS pun naik pitam dan langsung memukuli lalu membacok korban dengan sebilah parang yang dibawanya.

Akibatnya, remaja 12 tahun itu mengalami luka cukup parah dengan tangan nyaris putus. Kepada wartawan, saat diwawancarai di ruang Satreskrim Polres Tapsel, Selasa (11/12/2018) sore, MS mengakui perbuatannya tersebut.

Bahkan, dalam waktu 1 tahun terakhir ini dia mengaku sudah 3 kali mencoba menodai korban dengan cara merayu sambil meraba-raba korban.

“Iya bang, saat mau mengantarkannya ke rumah neneknya, muncul niat saya untuk mencabulinya sehingga saya belokkan motor saya ke kebun salak itu.

Saat saya rayu sambil raba, dia melawan dan berteriak sehingga saya naik pitam dan gelap mata menganiaya dia,” tuturnya seolah tak bersalah.

Sampai saat ini, Satreskrim Polres Tapsel masih terus berupaya mendalami kasus ini. Sementara itu, hingga Rabu (12/12/2018), korban yang menjadi saksi kunci masih terbaring di RS TNI AD Losung Batu dan belum bisa dimintai keterangan.