Pengakuan 2 Eksekutor Penembakan 4 Tokoh Nasional dan 1 Lembaga Survei, Diperintah Kivlan Zen

KabarBerita.netPolisi merilis dalang kerusuhan yang berlangsung terhadap 21-22 Mei 2019.

Dikutip dari Kompas TV, hal selanjutnya disampaikan di dalam pers rilis Wadir Reskrimun Polda Metro Jaya AKBP Ade Arry terhadap Selasa (11/6/2019).

TJ mengaku mendapat perintah untuk melaksanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional oleh Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

“Saya mendapat perintah dari Bapak Mayjen (Purn) Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan untuk jadi eksetutor penembakan target atas nama Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere,” ujarnya.

Dia mengaku mendapat duit Rp55 juta untuk melaksanakan pembunuhan tersebut.

“Saya diberikan duit total Rp55 juta dari Kivlan Zen melalui Kurniawan alias Iwan,” ujarnya.

TJ mengaku dapat melaksanakan aksi penembakan dengan senjata laras panjang Kaliber Amunisi 22 dan senjata pendek yang didapat dari Kurniawan.

Sedangkan, pelaku bernama Irfansyah mengaku mendapat perintah untuk melaksanakan penembakan terhadap seorang pimpinan lembaga survei.

Irfansyah mengaku mendapat telpon dari Army untuk bertemu dengan Kivlan Zen dua hari setelah pelaksanakan Pemilu 2019.

Dia kemudian ditunjukkan foto dan nama pimpinan lembaga survei yang bernama Yunarto Wijaya.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker | Sakong Online | Domino

“Dan Pak Kivlan berkata kepada saya’Coba anda cek alamat ini, nanti anda foto dan videokan’ siap kata saya,” ujar Irfansyah.

Ia mengatakan Kivlan dapat berikan dana Rp5 juta yang dapat digunakan untuk cost operasional dan makan.

“Lalu Pak Kivlan berkata lagi ‘Kalau nanti ada yang dapat eksekusi nanti aku jamin anak dan istri liburan ke mana pun’,” akunya.

Keesokan harinya, Irfansyah dan Yusuf datang ke alamat yang diminta kemudian foto dan video tempat tinggal selanjutnya dan dikirim ke Army.

Begitu keesokan harinya, Irfansyah dan Yusuf datang lagi ke alamat selanjutnya untuk melaksanakan survei dan juga memoto dan mevideo lantas dikirim ke Army namun tak dibalas.

AKBP Ade Arry mengatakan telah memutuskan tersangka dan ditangkap gara-gara telah menambahkan perintah HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan.

Dia termasuk terbukti menyerahkan duit Rp150 juta untuk belanja sebagian senjata api kepada HK alias I.

Ia termasuk menambahkan target pembunuhan yakni 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei.

Dia termasuk menambahkan duit kepada Irfansyah untuk melaksanakan pengintaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *