Pengamat: Jika PAN-Demokrat Berubah Haluan, Itu Pilihan Rasional

KabarBerita.netPengamat politik Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komaruddin menilai posisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat strategis untuk koalisi Jokowi-Ma’ruf lima tahun ke depan, yakni untuk mengamankan beragam kebijakan sehingga disetujui di parlemen.

“Kemungkinan Demokrat dan PAN untuk berhimpun bersama dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf sangat terbuka. Jokowi-Ma’ruf butuh koalisinya kuat untuk mengamankan kebijakan di parlemen,” kata Ujang di Jakarta, Minggu (9/6/2019).

Dia mengatakan, Jokowi-Ma’ruf punyai kepentingan untuk mengamankan kebijakan-kebijakan pemerintah dan memelihara stabilitas politik dalam lima tahun ke depan.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu, misalnya kuantitas partai politik dalam koalisi pemerintah bertambah kuat bersama dengan bergabungnya PAN dan Demokrat, maka stabilitas politik juga dapat terjaga.

“Berbeda terkecuali oposisi yang kuat, maka politik dapat saja akan gaduh tetap ke depannya,” ujarnya layaknya dikutip Antara.

Ujang mengatakan, dalam koalisi yang ada, sifatnya temporer yakni terkait pada kepentingan, bukan koalisi ideologis yang berbentuk permanen.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker | Sakong Online | Domino

Menurut dia misalnya Demokrat dan PAN mendambakan berubah haluan bersama dengan menolong Jokowi-Ma’ruf, merupakan pilihan rasional sebab berkhayal nasib partainya pasca-Pemilu Presiden 2019.

“Tidak mungkin partai politik mendambakan kalah dan menderita, lantas mati-matian tersedia dalam barisan oposisi. Partai politik tersedia dan dibentuk untuk meraih kekuasaan bersama dengan langkah konstitusional yakni melalui Pemilu,” ujarnya.

Menurut dia, misalnya sebuah parpol kalah maka permohonan untuk berhimpun kepada yang menang itu akan jadi besar sebab yang dikejar sebetulnya kekuasaan untuk kepentingan pemilu berikutnya.

Dia menilai misalnya ke-2 parpol berikut mendambakan aman dan posisinya strategis, maka lebih baik gabung dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf sebab dapat jabatan menteri dan punyai modal politik untuk Pemilu 2024.

Menurut dia, misalnya Demokrat dan PAN bermain di wilayah sedang atau tidak menolong tidak benar satu pihak, maka akan tertinggal jauh dan tidak dapat nikmati kekuasaan.

“Tapi misalnya Demokrat dan PAN mendambakan keluar dari koalisi Prabowo-Sandi, perlu bersama dengan cara-cara halus dan baik. Bukan bersama dengan cara-cara saling menyalahkan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *