Soal Isu Jokowi Tawarkan Jabatan Menteri ke Gerindra, TKN: di Partai Koalisi Aja Belum Ada Tawaran

KabarBerita.netBelakangan beredar isu Calon Presiden Joko Widodo tawarkan jabatan menteri kepada Partai Gerindra.

Tawaran menteri kepada Partai Gerindra ini disebut-sebut sebagai pendorong terciptanya rekonsiliasi nasional.

Isu tawaran masuk didalam kabinet Kerja Jilid II kepada Partai Gerindra itu pun mendapat respon dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Wakil Direktur TKN Jokowi-Maruf Amin, Lukman Edy mengaku tak terlalu yakin bersama dengan isu tawaran menteri kepada Partai Gerindra tersebut.

Hal itu disampaikan Lukman Edy didalam program Apa Kabar Indonesia Malam TVOne.

Lukman Edy tak jadi yakin jikalau Jokowi udah tawarkan kursi menteri untuk Partai Gerindra.

“Saya tidak terlalu yakin Info perihal Pak Jokowi udah menawakan kursi menteri kepada Partai Gerindra,” ucapnya seperti dilansir dari tayangan YouTube TVONe.

Bukan tanpa dikarenakan Lukman Edy jadi tidak yakin bersama dengan isu tersebut.

“Karena kami di partai koalisi aja belum ada tawaran, partai-partai belum ditawari sebagai menteri apa atau berapa jatah menterinya,” jelasnya.

Menurutnya, kala ini Jokowi tetap fokus merajut kebersamaan pascapemilu 2019.

Itu yang lantas tagline-tagline itu sekarang kami perbesar di kantor TKN, sehingga beri tambahan impuls kepada semua aktivis-aktivis TKN, untuk terhubung dialog komunikasi bersama dengan teman-temnan yang ada di 02,” terangnya.

“Supaya perbedaan-perbedaan selama ini segera diakhiri,” tambahnya.

Lukman Edy terhitung menilai bahwa Hari Raya Idul Fitri terhitung menjadi peristiwa yang pas untuk dilakukannnya rekonsiliasi nasional.

Jadi agenda utama bagi Pak Jokowi untuk merampungkan beragam macam perbedaan pendapat. Kita idamkan bangsa ini kondusif,” tambahnya.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker | Sakong Online | Domino

 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono pun muncul sepakat bersama dengan apa yang disampaikan Lukman Edy.

“Yang terpenting sekarang dikarenakan suasananya lebaran rasanya pertemuan siapa saja itu, ga ada masalahnya,” katanya.

Namun, kata dia, jikalau sesungguhnya terjadi rekonsiliasi nasional di mana pertemuan pada Jokowi dan Prabowo Subianto terlaksana, ada baiknya tidak dikaitkan bersama dengan politik.

Sebagaimana diketahui bahwa pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi menentukan mengajukan gugatan hasil pilpres ke MK.

Berdasarkan rekapitulasi KPU, hasil Pilpres 2019 sendiri udah memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Seiring terjadi waktu, Jokowi pun dikabarkan udah menyusun kabinet kerja jilid II.

Beberapa nama pun muncul terhitung Sandiga Uno.

Namun, Jokowi meyakinkan bahwa sampai kala ini pihaknya belum membahasnya lebih jauh lagi.

Kita ini belum berbicara sedetail itu, belum sejauh itu,” ujar Jokowi seperti dilansir dari tayangan YouTube iNews TV, Rabu (29/5/2019).

Selain itu, lanjut Jokowi, pihaknya terhitung tetap belum membayangkan apakah perlu dibentuk kementrian baru atau tidak.

“Kemudian siapa yang isi ini tetap didalam proses, namun yang mengerti sebelum saat 20 Oktober saya kira udah ada bayangannya,” mengerti Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi sendiri tak menutup kemungkinan jikalau Sandiaga Uno bakal masuk didalam Kabinet Kerja jilid II.

Begitu terhitung bersama dengan Komandan Kosgama Partai Demokrat Agus Yudhoyono (AHY).

“Kenapa tidak?” kata Jokowi.

“Saya terbuka untuk siapa saja berbarengan bekerjasama memajukan negara ini,” terangnya.

“Siapa pun partai di luar koalisi, saya terbuka, asal miliki visi yang sama,” tambahnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno sendiri membantah meraih tawaran jabatan dari kubu Jokowi-Maruf.

Hal itu sekaligus membantah pengakuan Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Ke saya sih enggak ada. Nanti kemungkinan bisa dicek ke Pak Prabowo, namun ke saya enggak ada tawaran sama sekali,” ungkap Sandiaga Uno ditemui usai menghadiri acara di Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pihaknya tetap fokus merampungkan proses pemilu sampai ke langkah akhir.

“Saya yakin semua pihak tetap mencegah diri dikarenakan ini kan bukan perihal bagi-bagi jabatan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *