Tertimpa Saat Pindahkan Tiang PLN, Pekerja Bangunan Tewas

KabarBerita.net – Pekerja bangunan bernama Dedek Suwandi (32), warga Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahaan Lubukpakam 1-2, Kecamatan Lubukpakam tewas usai tertimpa tiang listrik, di Jalan Tomuan Kecamatan Lubukpakam, Jumat (16/11/2018), sekira pukul 16.00 Wib.

Peristiwa itu terjadi saat Dedek mengerjakan bangunan wisma di atas lahan yang disebut milik PJKA dan diduga tanpa Izin Mendirikan Bangunan.

Seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi mengatakan, awalnya warga menolak adanya pembangunan wisma tersebut.

Namun, karena pemilik bangunan yang disebut bermarga Sihaloho tak peduli, akhirnya bangunan tersebut tetap berdiri walau tanpa IMB. “Kami warga menolak dibangun wisma di sini. Soalnya, limbahnya mau di buang kemana.
Dan tak cocok kali bangunan itu berdiri di lahan milik negara,” bilang Boru Saragih di lokasi.

Namun, karena takut bermasalah dengan sang pemilik, warga akhirnya memilih diam. Saat atap bangunan warga mulai berdiri, pekerja mulai kesulitan bekerja karena banyaknya kabel listrik yang berada di atas bangunan tersebut.

“Mereka pernah panggil PLN, tapi karena warga menolak, pihak PLN balik dan tak mau membongkar kabel milik warga tersebut,” imbuhnya. Puncaknya, setelah PLN enggan memindahkan kabel tersebut, atas saran pemborong, para pekerja bangunan kemudian berupaya untuk memindahkan tiang listrik yang terbuat dari besi tersebut.

Naas, pembongkaran tiang itu akhirnya berujung maut pada Dedek. Dia tertimpa tiang besi saat hendak memindahkannya. Dedek sempat dilarikan ke RS Sari Mutiara. Namun, tak lama di rumah sakit, pria itu dinyatakan meninggal dunia.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker 

Sakong Online | Domino

Bangunan wisma yang sedang dikerjakan. (Fani Ardana/metro24jam.com) Warga sekitar, menurut Boru Saragih merasa gerah, karena pemilik bangunan seolah tak peduli dan hanya melihat kejadian tersebut.

Mereka berharap agar pihak PJKA sebagai pemilik tanah memfungsikan lahan tersebut untuk kepentingan warga ketimbang dibangun wisma. Apalagi, lokasi tersebut berada di permukiman warga.

“Kan masih bisa dipakai warga untuk menanami sayuran atau taman bermain bagi anak-anak,” pungkas Boru Saragih. Sementara itu, personel Polsek Lubukpakam yang menerima laporan kejadian itu turun ke lokasi, dipimpin Kanit Reskrim Iptu Erwin.

Hingga pukul 20.30 Wib tadi, Ipda Erwin bersama anggota masih berada di rumah duka. Yati, salah seorang adik korban, meminta pihak kepolisian agar menyelidiki kematian abangnya.

Ia dan keluarga lainnya juga meminta pemilik bangunan tersenbut harus bertanggung jawab. Pantauan di rumah duka, istri almarhum bernama Ika yang mendapat kabar duka sangat terpukul sekali dan tak menyangka kepergian suaminya secepat itu. Ika terlihat terus menangis di hadapan jenazah suaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *