Viral Wanita Menangis Mengaku Kehilangan Anak di Medan

KabarBerita.net – Belakangan ini marak isu penculikan anak yang beredar di jejaring sosial hingga menimbulkan kecemasan masyarakat.

Diduga aksi penculikan terhadap seorang anak terjadi di Jalan Ringroad, Simpang Pemda pada Rabu (31/10/2018) pagi. Video tersebut beredar di linimasa dan juga di grub-grub WhatsApp.

Salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, Boru Sinaga mengatakan, kejadian tersebut sebenarnya terjadi kemarin pada Rabu (31/10/2018) pagi.

“Jadi kalau yang saya tahu, saat itu ibu itu membonceng anaknya lalu diturunkannya lah anaknya ini di apotek karena mereka ada keperluan membeli obat. Usai dari sana, si ibu ini bilang sama anaknya, tunggulah kau di sini ya, mamak isi minyak di pom bensin,” ujarnya saat dihubungi Tribun Medan melalui telepon seluler, Kamis (1/11/2018).

Boru Sinaga (34) yang berprofesi sebagai pedagang koran tersebut menambahkan, saat orang tua anak tersebut kembali, ia tidak menemukan anaknya.

“Ibu itu panik, menangis ia tak karuan. Diceritakannya sama kami. Tak lama warga berdatangan, jadi ramaikah di lokasi. Beberapa menit kemudian datang driver ojek online mengantar anaknya. Kalau saya lihat si anak tersebut pun linglung,” katanya.

Dalam video tersebut, seorang ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah tersebut menangis. Warga pun mengabadikan kejadian tersebut dengan video yang berdurasi 6.26 menit tersebut.

Tidak lama, seorang anak yang merupakan anak dari ibu tersebut mendatanginya. Anak perempuan yang menggunakan tas ransel dan baju berwarna cokelat tersebut dihantarkan oleh seorang pengemudi ojek online.

Diketahui anak tersebut berusia sekitar 12 tahun dan merupakan murid SD.

Ini Pernyataan Penmas Polda Sumut Soal Viral Informasi Penculikan Anak di Medan

Isu penculikan anak yang marak di media sosial seperti grup WhatsApp, dan grup Facebook hanya membuat masyarakat cemas.
Kecemasan itu disanggah oleh Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (31/10/2018). Ia mengatakan info penculikan anak yang sedang marak di sosmed itu tidak benar alias hoax.

Poker | Capsa Susun | Game Adu-Q | Bandar-Q | Bandar Poker 

Sakong Online | Domino

“Sudah kita pastikan informasi tentang penculikan anak yang tersebar di sosmed itu hoax. Saya berharap masyarakat jangan percaya dengan isu yang menyesatkan,” katanya.

Begitupun, sambung pria dengan melati dua dipundaknya ini, sebagai orangtua harus tetap menjaga dan mewaspadai pergerakan anak mereka.

“Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan, karena itu anak-anak kita. Siapa lagi yang menjaga mereka kalau bukan orangtuanya sendiri” ujarnya.

Ia mengimbau kepada para orangtua untuk terus menjaga dan mengawasi anak-anak mereka mulai dari pergi hingga pulang sekolah.

“Terutama tempat bermain anak. Saat berada di lingkungan luar, anak-anak jangan ditinggalkan. Karena mereka sangat butuh pengawasan dari kita sebagai orangtua,”katanya.

Mengenai informasi ada warga yang melakukan penangkapan terhadap perempuan dengan baju compang camping di seputaran Pancurbatu yang diamankan warga karena menculik anak.

“Nah seperti kasus ini, kata ya menculik anak. Tapi tidak ada anaknya dan masyarakat tidak membuat laporan ke polisi. Berarti dugaan saya, ini hanya untuk membuat takut saja,” katanya.

Kemudian terkait kenapa pihak kepolisian tidak menindak mereka yang menyebarkan informasi hoax terhadap penculikan anak, MP Nainggolan mengatakan karena tidak adanya laporan makanya tidak bisa diproses.

Mengenai pihak polisi bisa membuat laporan seperti laporan kelas A, MP Nainggolan menyatakan siapa yang dirugikan dalam hal ini.

“Kalau ada yang dirugikan, kita bisa langsung membuat laporan kelas A dan menyuruh pihak Cyber Crime untuk bertindak. Dalam hal ini, kita tidak tahu siapa yang dirugikan. Yang dibuat cemas, banyak,” ujarnya.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto, SH., SIK., MH., memberikan klarifikasi terkait isu penculikan yang terjadi di Kelurahan Kota Bangun

Sebelumnya dalam 24 jam terakhir terdapat tiga kejadian yang diduga sebagai aksi penculikan

1. Seorang bernama Rasyida Omar Balatif (49) dituduh sebagai penculik oleh warga karena mondar – mandir dengan gelagat yang mencurigakan

Sempat dihakimi oleh warga, setelah diselamatkan ternyata wanita tersebut mengalami depresi dan langsung dijemput oleh pihak keluarga yang tinggal di jalan bambu, Medan
Wanita yang mengalami depresi tersebut akan dilakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui kepastian penyakit jiwanya
2. Lamni Ambarita (48) warga jalan mangaan, dituduh sebagai penculik atas pengaduan seorang anak kepada orang tuanya karena merasa diikuti. Setelah dicek ke lokasi, wanita tersebut mengalami penyakit kejiwaan dan sedang berjalan mengikuti rel KA

3. Yeheskiel Simanjutak (8 thn), warga jalan Anggrek Kelurahan Besar. Diisukan sebagai korban penculikan karena tidak dijumpai di sekolah saat dijemput oleh orang tuanya

Yeheskiel ditemukan didekat sekolah kakak nya dan mengaku dibonceng seorang pria dan diberikan sebuah roti namun dibuang oleh dirinya.

Dari hasil penyelidikan, Yeheskiel tidak pernah sampai ke sekolah SD dan mengaku dia dibawa oleh orang yang tidak dikenal karena takut dimarahi orang tuanya karena membolos sekolah

Kapolsek Medan Labuhan menghimbau agar warga jangan mudah terpancing isu dan main hakim sendiri, jika ada kejadian agar langsung melapor ke Polsek Medan Labuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *